Kode Rating Film Dan Artinya

Nadia Sabila View: 31944

Kode rating film sebetulnya adalah hal yang tampak remeh dan seringkali diabaikan, padahal sebetulnya sangat penting, terutama bagi orang tua yang mengedepankan tontonan berkualitas bagi anak-anaknya. Ketidaktahuan akan klasifikasi dalam kode rating film berakibat menyesatkan.

Contoh saja, seperti kericuhan di media sosial yang terjadi dalam film Deadpool yang dirilis Februari 2016 lalu. "Mentang-mentang" tokoh utamanya adalah (anti) superhero, banyak orang tua yang dengan santai mengajak anak-anaknya yang di bawah umur menonton film itu di bioskop.

Alih-alih mendapat suguhan adegan yang sarat pelajaran dan teladan untuk anak-anak, Deadpool malah menampilkan adegan-adegan sadis dan seksualitas yang tidak sepatutnya disaksikan oleh anak-anak.

Para orang tua itu pun kecewa berat, akhirnya mereka berkoar-koar melalui media sosial, mengecam bahwa film semacam itu seharusnya dicekal dan tidak layak ditampilkan di Indonesia.

Padahal, komisi penyiaran tidak serta merta merilis sebuah film tanpa peringatan. Miskomunikasi yang terjadi ini sudah jelas diakibatkan karena kelalaian orang tua yang tidak tahu atau memang tidak memperhatikan rating D yang disematkan pada Deadpool. Nah, untuk menghindari salah kaprah semacam ini terulang lagi, mari kita ketahui Kode rating film di Indonesia dan Internasional.

Lembaga Sensor Film Nasional Dan Internasional

Di AS, lembaga yang bertugas mengklasifikasikan film-film untuk diperingkat (rating) sesuai dengan sasaran penontonnya adalah MPPA (Motion Picture Association of America). Sedangkan di Indonesia, rating film ditentukan oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Informasi lulus sensor yang biasa muncul sebelum scene pertama film dimulai inilah bukti bahwa sebuah film yang ditayangkan di bioskop ataupun dijual dalam bentuk keping DVD sudah diseleksi.

Kode rating film versi MPAA

MPPA mengklasifikasikan film berdasarkan tema, bahasa, kekerasan, ada adegan telanjang atau tidak, seks, dan penggunaan obat-obatan yang berlaku di AS. Jadi meski sudah diklasifikasi MPPA, jika film itu masuk ke Indonesia, pasti akan difilter lagi karena standar kesopanan Barat dan Timur memang banyak perbedaan.

kode_rating_filmG (General Audience)
Ini adalah kode bahwa film dengan label G, bisa ditonton oleh semua umur. Film berlabel G bebas adegan-adegan tabu, kata-kata kotor, sadis, maupun obat-obatan terlarang sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan.

PG (Parental Guidance)
Artinya adalah Bimbingan Orang Tua. Label PG disematkan dalam film ini karena sebagian materi dalam film belum cocok ditonton oleh anak-anak di bawah umur. Ketidaksopanan film PG ini biasanya masih sebatas kata-kata kasar atau adegan bullying ringan, sehingga orang tua wajib memberikan pengertian.

PG-13 (Parental Guidance-13)
Bimbingan Orang Tua untuk anak di bawah usia 13 tahun. Tingkatan ini lebih kuat kebutuhannya akan dampingan orang tua di banding sekedar PG saja, karena adegan-adegan tak sopan dalam film ber-rating PG-13 biasanya rentan ditiru oleh anak-anak di bawah usia tersebut.  

R (Restricted)
Film-film berlabel R adalah film yang diperuntukkan bagi usia 17 tahun ke atas. Bahkan film kartun atau animasi pun terkadang ada yang berlabel R. Di sinilah pentingnya orang tua memahami kode rating film.

NC-17 (No One and Under Admitted)
Bahkan mereka yang sudha berumur 17 tahun pun disarankan untuk jangan dulu menonton film ini sebelum usia yang lebih dewasa. Film berlabel NC-17 sarat adegan-adegan mengerikan yang belum cocok ditonton di bawah usia 17 tahun, yang ditayangkan secara gamblang.

This Film is Not Yet Rated
Frase "This Film is Not Yet Rated" artinya MPPA memang belum selesai melakukan penilaian dalam film ini, tapi sudah memberikan ijin tayang. Meski begitu, MPPA tetap akan memberikan kode peringatan berupa warna dengan keterangan seperti pada gambar berikut ini:

rating_film_sesuai_warna
Standar usia penonton dalam kode warna ini pun berbeda di setiap negara. Meski sama-sama berlabel Green, batasan usia penonton film Green di Indonesia adalah 13 tahun, sedangkan di China adalah sampai 21 tahun (karena rating film di China hanya dikenal 2 warna: Green dan Black saja). Nah, dari tabel warna itu pun kita akhirnya mengetahui mengapa film pornografi disebut dengan Blue Film alias Film Biru.


Kode rating film versi LSF Indonesia

Sementara itu, lembaga pemeringkat LSF membagi kode rating film ke dalam kategori sebagai berikut:

lsf

  • SU (Semua Umur)
  • A  (Anak-anak 3-12 tahun)
  • BO-A (Bimbingan Orangtua Dan Anak-anak)
  • BO (Bimbingan Orangtua untuk anak dibawah 13 tahun)
  • BO-SU (Bimbingan Orangtua Dan Semua Umur)
  • R (Remaja 13-16 tahun):
    13+ - Film khusus diperuntukkan bagi penonton 13 tahun ke atas saja
  • D (Dewasa):
    Kategori dewasa pun masih dibagi lagi menjadi dua kategori yakni:
    17+ - Film yang diperuntukkan bagi penonton 17 tahun ke atas saja
    21+ - Film yang diperuntukkan bagi penonton 21 tahun ke atas saja


Perhatikan bahwa ada perbedaan mencolok antara makna kode R versi MPAA dan kode R versi LSF, jadi telitilah siapa yang mengeluarkan klasifikasi rating sebelum memilihkan film untuk anak-anak masa kini.

Orang tua zaman sekarang sudah dituntut untuk lebih cermat, karena film superhero sekarang bukan lagi melulu tentang jagoan idola anak-anak. Film kartun atau animasi berkarakter lucu pun belum tentu "lucu" untuk ditonton anak-anak. Semoga pengetahuan tentang Kode rating film yang dituliskan ini sedikit banyak bisa membantu kita untuk lebih bijak dan selektif dalam memilih film, terutama demi kemajuan pendidikan generasi muda.

Nadia Sabila

Mantan anggota teater di kampus dan suka menonton film animasi Barat, drama, komedi, dan sci-fi. Meski bertampang sangar, ia kurang berminat pada film yang banyak mengandung adegan-adegan mengagetkan dan sadis. Kadang suka salah fokus lebih memperhatikan soundtrack-nya daripada film-nya.

Lihat profil selengkapnya






Artikel Lain
Review Film




Berita Popular




Review Pembaca
ivan menulis "."
Di Review Film HIGH & LOW THE MOVIE 3: Final Mission >>
kevin menulis "ini di indo perkiraan masuk kapan ya "
Di Review Film HIGH & LOW THE MOVIE 3: Final Mission >>
Jakli Blythe menulis "katnya bluraynya mau keluar bulan februari lah sekaranh udah maret masih blom kluar juga hadeh"
Di Review Film HIGH & LOW THE MOVIE 2: End Of Sky >>
Dimas yosua cahyo menulis "Gimana yaa cara nonton high & low yg ini,,  saya penasaran sama kelanjutan film nyaa,,  tolong kasih link plis"
Di Review Film HIGH & LOW THE MOVIE 2: End Of Sky >>