5 Hal Wajib Diketahui Sebelum Nonton Alien: Covenant

Anna Muttaqien View: 905

Setelah hampir 40 tahun dan setengah lusin film berlalu, boleh jadi banyak yang kebingungan mengenai apa-apa yang terjadi dalam Alien: Covenant besutan Ridley Scott. Linimasa film Alien: Covenant bertepatan dengan 10 tahun setelah Prometheus (2012) dan sekitar 18 tahun setelah film pertama Alien (1979). Bagi banyak fans, film dari franchise ini yang paling penting adalah Alien (1979) dan Aliens (1986) besutan James Cameron. Namun, Alien: Covenant yang meraih banyak pujian ini menarik banyak unsur dari Prometheus, dan bahkan menjalin mitologi dari beberapa rilisan lain yang kurang dikenal.

Nah, bagi Anda yang masih bertanya-tanya, berikut beberapa hal yang wajib Anda tahu sebelum nonton Alien: Covenant yang baru premiere di Indonesia minggu lalu ini.

 

1. The Engineers membuat Alien Xenomorphs untuk digunakan sebagai senjata biologis.

Sekedar pengingat: Prometheus terutama menceritakan mengenai kru kapal luar angkasa Prometheus yang berusaha berkomunikasi dengan kelompok Alien bernama The Engineers. Awalnya diyakini bahwa The Engineers membawa kehidupan ke bumi; tetapi seiring berjalannya film, penonton mulai mengetahui bahwa mereka sesungguhnya justru menciptakan senjata biologis untuk mengentaskan kehidupan di bumi. Untungnya, The Engineers tak bisa kembali ke Bumi.

Sedikit sekali yang diketahui mengenai parasit yang diciptakan oleh The Engineers, tetapi diketahui bahwa kebanyakan makhluk ciptaan itu terhubung dengan sejenis zat kental hitam pekat. Zat hitam pekat itu merupakan tempat hidupnya banyak spesies yang ingin menginfeksi makhluk lain, selain juga mampu mengakibatkan mutasi.

 

2. Mereka yang lolos dari Prometheus pergi untuk mencari The Engineers.

Pada awal cerita Prometheus, setelah titik koordinat ke sebuah planet jauh ditemukan, Peter Weyland membiayai perjalanan pesawat luar angkasa ini dalam upayanya untuk bertemu dengan sang pencipta dan menemukan rahasia keabadian. Namun, Weyland gagal.

Ia justru tewas bersama mayoritas kru pesawat. Hanya Elizabeth Shaw dan android David yang lolos. Nah, setelah mengetahui rencana The Engineers, Elizabeth dan David naik ke pesawat luar angkasa lain menuju dunia asal The Engineers untuk mengetahui mengapa mereka ingin menghancurkan manusia yang mereka ciptakan sendiri. 

David yang merupakan android ciptaan Weyland ini pula lah yang menjadi "David" di Alien: Covenant, diperankan oleh Michael Fassbender.

 

>>>Lihat Trailer Film Alien: Covenant.

 

3. Alien tercipta setelah infeksi lintas spesies.

Prometheus juga menampilkan bagaimana setitik zat hitam pekat yang sudah menginfeksi dua manusia (termasuk Elizabeth), satu alien gurita, dan satu Engineer, belakangan berubah menjadi sesosok makhluk menyerupai Alien Xenomorph.

Alien Covenant - Xenomorph

 

4. Facehugger tak hanya menginfeksi manusia.

Sepanjang franchise, bahkan sejak sebelum Alien: Covenant, telah diketahui bahwa alien Facehugger menginfeksi manusia, dan dari situ menciptakan Xenomorph. Namun, sebagaimana yang telah ditampilkan dalam Alien 3, mereka tak hanya menginfeksi manusia, tetapi bisa juga banteng atau spesies lainnya.

 

5. Xenomorph bertingkah lain jika berada di dekat "ratu"-nya.

Dalam film yang tak memunculkan sang "ratu", Xenomorph hanya memiliki satu tujuan: membunuh semuanya. Namun, dalam film yang menghadirkan sang ratu, bisa ada tindakan berbeda, seperti di film Aliens, dimana Xenomorph menangkap karakter Newt untuk diinfeksi oleh ratunya.

Anna Muttaqien

Kontributor sekaligus editor di Sinemapedia. Hobi menulis, membaca, nonton, plus nggosip apa saja yang hubungannya dengan Asia dan Jepang. Mulai suka anime dan manga sejak tahun 90-an, berlanjut sampai sekarang.

Lihat profil selengkapnya






Artikel Lain
Review Film




Berita Popular




Review Pembaca
Ahmad Zai menulis "Dari ulasan awal yg ramai di media sosial, banyak fans setia Thor malah khawatir jika Feige dan Waititi akhirnya mengubah karakternya dari pewaris tahta Asgard yang heroik dan graceful menjadi badut pelawak."
Di Review Film Thor: Ragnarok >>
Anna Muttaqien menulis "Sebenarnya, pertama kali tertarik nonton Fireworks, a.k.a. Uchiage Hanabi, itu karena tertarik pada soundtrack-nya yang asyik banget dan animasi yang cakep setelah lihat trailernya."
Di Review Film Fireworks: Should We See It From The Side Or The Bottom? >>
Anna Muttaqien menulis "Sebelum berangkat nonton film No Game No Life Zero, ada baiknya sudah selesai menonton semua seri animenya serta sedia tisu dulu. Cerita dalam No Game No Life Zero akan terkesan dimulai secara mendadak jika penonton belum pernah lihat anime maupun membaca light novelnya."
Di Review Film No Game No Life Zero >>
Canopus menulis "Secara story, film ini mengingatkan saya pada film semacam Armageddon dan The Martian. Efeknya lumayan bagus. Menurut saya Geostorm lebih seru untuk ditonton dalam format 3D."
Di Review Film Geostorm >>