5 Hal Wajib Diketahui Sebelum Nonton Alien: Covenant

Anna Muttaqien View: 823

Setelah hampir 40 tahun dan setengah lusin film berlalu, boleh jadi banyak yang kebingungan mengenai apa-apa yang terjadi dalam Alien: Covenant besutan Ridley Scott. Linimasa film Alien: Covenant bertepatan dengan 10 tahun setelah Prometheus (2012) dan sekitar 18 tahun setelah film pertama Alien (1979). Bagi banyak fans, film dari franchise ini yang paling penting adalah Alien (1979) dan Aliens (1986) besutan James Cameron. Namun, Alien: Covenant yang meraih banyak pujian ini menarik banyak unsur dari Prometheus, dan bahkan menjalin mitologi dari beberapa rilisan lain yang kurang dikenal.

Nah, bagi Anda yang masih bertanya-tanya, berikut beberapa hal yang wajib Anda tahu sebelum nonton Alien: Covenant yang baru premiere di Indonesia minggu lalu ini.

 

1. The Engineers membuat Alien Xenomorphs untuk digunakan sebagai senjata biologis.

Sekedar pengingat: Prometheus terutama menceritakan mengenai kru kapal luar angkasa Prometheus yang berusaha berkomunikasi dengan kelompok Alien bernama The Engineers. Awalnya diyakini bahwa The Engineers membawa kehidupan ke bumi; tetapi seiring berjalannya film, penonton mulai mengetahui bahwa mereka sesungguhnya justru menciptakan senjata biologis untuk mengentaskan kehidupan di bumi. Untungnya, The Engineers tak bisa kembali ke Bumi.

Sedikit sekali yang diketahui mengenai parasit yang diciptakan oleh The Engineers, tetapi diketahui bahwa kebanyakan makhluk ciptaan itu terhubung dengan sejenis zat kental hitam pekat. Zat hitam pekat itu merupakan tempat hidupnya banyak spesies yang ingin menginfeksi makhluk lain, selain juga mampu mengakibatkan mutasi.

 

2. Mereka yang lolos dari Prometheus pergi untuk mencari The Engineers.

Pada awal cerita Prometheus, setelah titik koordinat ke sebuah planet jauh ditemukan, Peter Weyland membiayai perjalanan pesawat luar angkasa ini dalam upayanya untuk bertemu dengan sang pencipta dan menemukan rahasia keabadian. Namun, Weyland gagal.

Ia justru tewas bersama mayoritas kru pesawat. Hanya Elizabeth Shaw dan android David yang lolos. Nah, setelah mengetahui rencana The Engineers, Elizabeth dan David naik ke pesawat luar angkasa lain menuju dunia asal The Engineers untuk mengetahui mengapa mereka ingin menghancurkan manusia yang mereka ciptakan sendiri. 

David yang merupakan android ciptaan Weyland ini pula lah yang menjadi "David" di Alien: Covenant, diperankan oleh Michael Fassbender.

 

>>>Lihat Trailer Film Alien: Covenant.

 

3. Alien tercipta setelah infeksi lintas spesies.

Prometheus juga menampilkan bagaimana setitik zat hitam pekat yang sudah menginfeksi dua manusia (termasuk Elizabeth), satu alien gurita, dan satu Engineer, belakangan berubah menjadi sesosok makhluk menyerupai Alien Xenomorph.

Alien Covenant - Xenomorph

 

4. Facehugger tak hanya menginfeksi manusia.

Sepanjang franchise, bahkan sejak sebelum Alien: Covenant, telah diketahui bahwa alien Facehugger menginfeksi manusia, dan dari situ menciptakan Xenomorph. Namun, sebagaimana yang telah ditampilkan dalam Alien 3, mereka tak hanya menginfeksi manusia, tetapi bisa juga banteng atau spesies lainnya.

 

5. Xenomorph bertingkah lain jika berada di dekat "ratu"-nya.

Dalam film yang tak memunculkan sang "ratu", Xenomorph hanya memiliki satu tujuan: membunuh semuanya. Namun, dalam film yang menghadirkan sang ratu, bisa ada tindakan berbeda, seperti di film Aliens, dimana Xenomorph menangkap karakter Newt untuk diinfeksi oleh ratunya.

Anna Muttaqien

Kontributor sekaligus editor di Sinemapedia. Hobi menulis, membaca, nonton, plus nggosip apa saja yang hubungannya dengan Asia dan Jepang. Mulai suka anime dan manga sejak tahun 90-an, berlanjut sampai sekarang.

Lihat profil selengkapnya






Artikel Lain
Review Film


Berita Popular


Review Pembaca
Anna Muttaqien menulis "Menonton film Ancien and The Magic Tablet itu serasa membaca novel Alice In Wonderland. Ujung pangkalnya tidak jelas dan penuh dengan plot hole, tapi jalan ceritanya kreatif dan visualnya sangat menarik."
Di Review Film Ancien And The Magic Tablet >>
Anna Muttaqien menulis "Film Nyai Ahmad Dahlan layak mendapat gelar film paling mengecewakan tahun ini, baik diantara film lokal maupun internasional. Dia cuma mengandalkan minat nonton dari fans-fans Muhammadiyah, tetapi upayanya sendiri untuk menghadirkan film yang laik tayang itu nol besar."
Di Review Film Nyai Ahmad Dahlan >>
kucay menulis "Ga ditayangin di CGV ya? Respon redaksi Sinemapedia: Sejauh ini, belum ada kabar akan ditayangkan oleh CGV atau jaringan bioskop manapun di Indonesia."
Di Review Film HIGH & LOW THE MOVIE 2: End Of Sky >>
Azra Arka menulis "Visually, guardians of the galaxy vol. 2 (karna kepanjangan disingkat gotg2 aja kali yah :)) udah berhasil konsisten jadi entry paling apik di jagad mcu. Dinamika cerita & interaksi tokoh pun mengalir dengan baik."
Di Review Film Guardians of the Galaxy Vol. 2 >>