Review Spider-Man: Homecoming: Menghibur Tapi Bersubstansi

Galuh Mustika View: 505

Setelah versi Tobey Maguire yang terlalu sedih dan Andrew Garfield yang terlampau cool bak supermodel, Spider-Man akhirnya berhasil tampil sesuai karakter asli komiknya. Inilah pujian untuk Spider-Man: Homecoming yang bisa disepakati hampir semua pihak. Terlepas dari itu, film Spider-Man pertama yang turut digarap Marvel Entertainment ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang sangat menarik untuk dikupas satu per satu. Apa sajakah itu?

Ulasan Spider-Man Homecoming


Kelebihan Spider-Man: Homecoming

Ulasan para pengamat yang mengapresiasi Spider-Man: Homecoming memang berhasil memaksimalkan antisipasi penonton. Namun benarkah pujian tersebut layak disematkan pada film ini? Dalam pandangan saya, ada 8 alasan mengapa Spider-Man: Homecoming pantas dikagumi.


1. Menjungkalkan Keraguan

Terdapat 3 hal yang dikhawatirkan para penggemar Spider-Man setelah menonton trailer pertama film ini, dan semuanya tidaklah terbukti:

  1. Spider-Man tidak lagi original karena berkostum canggih.
    Siapapun yang masih mengatakan hal ini jelas belum menonton filmnya. Percaya atau tidak, inti cerita dari Spider-Man: Homecoming justru difokuskan untuk membuktikan bahwa Spider-Man bukanlah superhero yang bergantung pada teknologi canggih.

  2. Peran Iron Man terlalu mendominasi.
    Kemunculan Tony Stark di trailer memang terlalu sering, tapi itu semua tidak lebih dari sekedar kepentingan marketing. Faktanya, porsi kemunculan Iron Man di Spider-Man: Homecoming tidaklah sebanyak yang semua orang kira. Peter Parker malah lebih banyak berhubungan dengan Happy, pegawai Stark Industries yang secara khusus ditunjuk Tony untuk mengawasi tingkah lakunya.

    Spider-Man dan Iron Man

  3. Seluruh film sudah terungkap di trailer.
    Ini memang kelemahan film Marvel yang suka mengekspos hampir seluruh cerita di cuplikan trailer. Melihat begitu banyak adegan lucu dan menakjubkan yang terungkap di trailer Spider-Man: Homecoming, banyak fans kembali memprediksi hal serupa. Sejatinya, Spider-Man: Homecoming bisa dikecualikan dari kesalahan itu karena film ini menyimpan banyak sekali kejutan yang belum terungkap di trailer.


2. Sangat Menghibur

Bukan film Marvel namanya kalau tidak dibumbui komedi. Ada fans yang memang menyukai film superhero Marvel karena hal ini, ada pula penonton yang menganggap unsur komedi itu hit or miss. Hit jika dibubuhkan di film ringan seperti Ant-Man, miss apabila dipaksakan di film serius seperti Captain America: Civil War.

Kabar baiknya, Spider-Man: Homecoming termasuk salah satu film Marvel yang sangat berhasil mengawinkan unsur komedi dengan tema heroik. Ini dikarenakan oleh konsep Spider-Man yang lebih 'santai' sehingga bisa memberikan banyak ruang untuk adegan dan dialog-dialog lucu. Hasilnya, Spider-Man: Homecoming menjadi tontonan komedi tersukses dan paling menghibur dari Marvel.

Komedi Spider-Man Homecoming


3. Cerita Mengalir Seru

Sepanjang durasi Spider-Man: Homecoming, hampir tidak ada momen membosankan yang membuatnya mudah diabaikan. Film ini seakan-akan meminta penonton untuk terus menyimak ceritanya dengan alur yang sangat fluktuatif. Sekedar tips, jangan bertanya pada orang lain untuk menjelaskan spoiler atau adegan yang tak sengaja Anda lewatkan. Eksekusi setiap momen di film ini tak bisa disampaikan dengan kata-kata biasa.


4. Tom Holland Tampil Prima

Tom Holland berhasil membawakan peran Peter Parker sebagai remaja tanggung yang masalah sehari-harinya adalah menghadapi bullying di sekolah. Ia bisa menyatu dengan karakter yang dilakoninya, dan sukses memvisualisasikan penokohan Spider-Man yang baru belajar menjadi superhero. Segala ego, harapan, dan perjuangan dari anak sekolahan yang ingin memanfaatkan kekuatannya untuk kebaikan juga bisa ia gambarkan dengan sempurna.

Tom Holland sebagai Spider-Man


5. Vulture Bukan Penjahat Biasa

Karakter antagonis di film ini tidak termotivasi oleh keinginannya untuk menguasai dunia ataupun hasrat menuntaskan balas dendam. Melalui Vulture, Marvel sukses menampilkan karakter penjahat yang terbentuk semata-mata karena keadaan. Sekedar info, upaya ini pernah dicoba di Iron Man 2 dan Iron Man 3 tapi selalu gagal.

Vulture dan Spider-Man adalah duo pahlawan dan penjahat dengan dinamika unik. Tujuan mereka saling bertentangan, tapi ada prinsip-prinsip yang membuat mereka sepaham. Sekalipun mereka sering bertarung, ada saat-saat dimana keduanya justru bersikap saling melindungi.


6. Menonjolkan Sisi Kepahlawanan

Di luar, Spider-Man: Homecoming tampak didominasi oleh drama anak sekolahan yang umum dijumpai di film-film remaja. Namun jika dikupas lebih lanjut, fokus film ini berpusat pada sisi heroik Spider-Man, dan perjalanannya dalam menemukan esensi itu dalam dirinya. Aspek ini menurut saya sudah tersampaikan dengan baik. Sayangnya, sisi heroik ini rawan luput dari pengamatan para penonton yang mudah teralihkan oleh adegan-adegan lucu, aksi pertarungan, dan drama remaja di sepanjang film.

Sisi Heroik Spider-Man


7. Mempertahankan Nilai Asli Spider-Man

Ciri khas Spider-Man sebagai superhero rendah hati yang berjuang membela kebenaran betul-betul dimaksimalkan di film ini. Ada pengembangan karakter yang cukup mengesankan, di mana penonton bisa benar-benar meresapi perjalanan Peter Paker hingga ia menjelma sebagai sosok pahlawan tanpa pamrih.


8. Plot Twist Sukses Dan Efektif

Spider-Man: Homecoming bukanlah film yang terlalu filosofis ataupun memaksakan kompleksitas cerita. Plot twist film ini sangat proporsional dan tepat sasaran, sehingga tidak terkesan dibuat-buat ataupun ditambah-tambahi, serta berhasil membuat para penonton terperangah.


Kekurangan Spider-Man: Homecoming

Meski berhasil unggul di beberapa aspek, Spider-Man: Homecoming juga berbalut kekurangan. Setidaknya, terdapat 4 kelemahan yang saya temukan di film tersebut.


1. Struktur Cerita Tidak Sempurna

Ada 3 keganjilan yang membuat plot Spider-Man: Homecoming gagal sempurna. Pertama, mengapa sebuah pesawat yang mengangkut senjata-senjata berbahaya dibiarkan mengudara begitu saja, tanpa pengawalan dari anggota Avengers atau setidaknya pasukan robot Iron Man? Apakah supaya Spider-Man dan Vulture bebas bertarung di sana?

Spider-Man Vs. Vulture
Kedua, adalah suatu hal aneh ketika Iron Man yang saat ini "sangat bertanggung jawab" terhadap keselamatan dunia, tidak lagi mengawasi Vulture setelah mengetahui ancaman yang bisa dihadirkannya. Apakah ia sengaja melakukan itu untuk menguji Spider-Man, atau ini sekedar plot hole semata? Hmm...

Ketiga, bagi siapapun yang nonton Captain America: Civil War sebelum menyaksikan film ini, pasti bisa mendeteksi keganjilan pada keahlian Spider-Man. Di Civil War, ia tampil mengesankan, tangguh, dan bisa merepotkan tim Captain America. Namun di Spider-Man: Homecoming yang latar waktunya terjadi setelah Civil War, kemampuan sang tokoh seperti menyusut ke level pemula. Apakah para penulis tak menyadarinya, atau sengaja mengorbankan detail ini hanya untuk memaksimalkan unsur komedi? Hanya mereka yang tahu.


2. Karakter Pendukung Tidak Maksimal

Selain Ned, Happy, dan Bibi May, semua karakter pendukung di film ini sangat tidak mengesankan. Liz si cewek yang ditaksir Peter Parker terkesan tipikal, Michelle gagal tampil spesial dan tidak signifikan, apalagi para antek-antek Vulture yang tidak memiliki satu pun dialog bermutu (kecuali satu tokoh yang 'diinterogasi' Spider-Man).


3. Michael Keaton Kurang Simpatik

Sebagai pemeran tokoh penjahat yang tidak sepenuhnya jahat, Michael Keaton terlalu berupaya menajamkan gimmick antagonisnya. Ia tidak mengimbangi sisi itu dengan pembawaan simpatik yang diperlukan untuk menunjukkan dimensi lain dari karakternya.

Michael Keaton


4. Klimaks Kurang Rapi

Selain masalah struktur cerita, bagian klimaks film ini tersandung di bagian editing dan visual. Adegan yang seharusnya menjadi pemuncak cerita tidak bisa benar-benar dinikmati karena cenderung berantakan. Menurut saya, bagian terbaik di film ini justru ada pada building climax dan resolusi.


Kesimpulan

Walaupun cenderung komedik dan dikemas sebagai tontonan menghibur, Spider-Man: Homecoming tidak mengesampingkan substansinya sebagai sebuah film superhero. Nilai-nilai kepahlawanan yang mengakar dalam diri Spider-Man bisa tersampaikan dengan baik di film ini, meski sayangnya masih ada beberapa kekurangan yang cukup membebani.

Spiderman Homecoming
Secara keseluruhan, berikut adalah skor yang bisa saya sematkan untuk masing-masing aspek penting dalam Spider-Man: Homecoming:

  • Plot: 8.7/10
  • Akting: 8/10
  • Penokohan: 8.5/10
  • Penyutradaraan: 8.5/10
  • Sinematografi: 7/10

Skor rata-rata: 8.1

Galuh Mustika

Penggemar film Barat yang doyan nonton segala genre, terutama petualangan dan fantasi. Pengagum karya-karya David Fincher, Christopher Nolan, Guillermo Del Toro, Steven Spielberg, dan Bong Joon-ho. Secara tak terduga juga suka perhatian sama drama dan film Korea. Hasilnya? Still try finding the best of both worlds.

Lihat profil selengkapnya






Artikel Lain
Review Film


Berita Popular


Review Pembaca
ahmad menulis "gimana cara agar saya bisa mendapatkan/menonton anime kuroko the last game? Tanggapan Admin Sinemapedia: Dua bulan lalu, full movie dapat disaksikan di jaringan bioskop CGV Blitz."
Di Review Film Kuroko No Basket: Last Game >>
Astri menulis "Sebagus apapun materi yg dipunya, penonton g bakal tau dimana bagusnya kalo editingnya berantakan. Ini nih masalah suicide squad yg paling parah. Sepanjang film kerasa banget ada bagian2 apik yg amat potensial."
Di Review Film Suicide Squad >>
Ahmad Zai menulis "Satu hal yang paling sukses dari wonder woman menurut sy adalah penokohan Diana. Dengan segala ketangguhan sekaligus kerapuhannya, dia sukses tampil sebagai sosok superhero yg likeable dan admirable."
Di Review Film Wonder Woman >>
Ahmad Zai menulis "Logan adalah a groundbreaking movie that raises the bar for the superhero genre. Acting-wise, tidak ada yg bisa diragukan dr performa hugh jackman, patrick stewart, pemeran caliban, sampai semua aktor anak2nya."
Di Review Film Logan >>